Senin, 24 Oktober 2022

 Konsultan Manajemen Gudang

Harga sebuah kepercayaan yang diberikan pada Konsultan Manajemen Gudang untuk membenahi sistem manajemen gudang di kantor cabang Jakarta dan meningkatkan kinerja pengirimannya dari 27 hari sampai 38 hari berbuah dengan diberikannya kepercayaan untuk memperbaiki kinerja gudang di kantor pusat. Apabila kita melakukan analisa atas jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengiriman barang maka permasalahan yang muncul tentunya adalah :

ü  Sistem penataan barang di gudang perlu dilakukan perbaikan.

ü  Pemilahan penempatan barang antara barang untuk keperluan penjualan eceran dan penjualan grosir atau paket tidak mendukung kecepatan dalam pencariannya sehingga petugas gudang enggan mengisi rak barang.

ü  Pengendalian stock barang kurang berjalan optimal. Kemungkinan kasus barang kosong cukup besar.

ü  Administrasi persediaan kurang akurat data stocknya.

ü  Lead time pengadaan barang dari kantor pusat bervariasi.

Program perbaikan di disain dan dipresentasikan pada Direksi dan manajemen. Manager gudang sampai senior staff gudang dilibatkan untuk dapat melakukan analisa penyebab masalah dan menentukan langkah perbaikannya. Pendataan atas item barang, arus keluar dan masuk barang dilakukan untuk menentukan kebutuhan barang yang perlu disediakan dan kebutuhan akan penempatan barang di lokasi gudang dan rak penempatan. Pengukuran atas dimensi barang juga dilakukan dengan membagi menjadi 6 ukuran dimensi untuk bisa mengoptimalkan kapasitas penempatan barang di rak atau lokasi penempatan barang. Perubahan jumlah barang dan penambahan item barang juga dijadikan pertimbangan sehingga manajemen memilih untuk melakukan investasi dengan sistem fleksible rack ( rak didisain dan dibuat oleh pabrikan).

Setelah dilakukan penataan dan identifikasi alamat penempatan barang maka barang didatangkan untuk memenuhi serie kelengkapan item barang agar barang  tersedia manakala di butuhkan. Item barang didatangkan cukup banyak agar variasi kedatangan barang dapat di tangani oleh penanggung jawab dan petugas gudang. Program penataan telah selesai dengan barang telah tertata dengan tepat sesuai dengan tempat yang telah ditetapkan. Petugas gudang juga telah menerapkan sistem kerja yang dirancang agar tidak terjadi kesalahan dalam menempatkan, mencari dan mengambil barang serta melakukan tertib administrasi. Data stock menjadi akurat, pengukuran telah dilakukan dengan stock opname sampling terutama atas barang yang bergerak.

Bagaimana dengan ketepatan dan kecepatan pengiriman? Pembuktian atas berjalannya sistem dibutuhkan karena perbaikan kinerja pengiriman masih belum sesuai dengan target yang ditetapkan (One day delivery). Jumlah stock dari masing-masing item telah memenuhi ketentuan untuk mendukung kecepatan pengiriman barang. Namun suplai barang dari pusat juga berpengaruh karena variasi waktu pengiriman yang masih cukup besar dan kasus salah kirim item barang masih terjadi. Pembuktian kecepatan pelayanan gudang, dilakukan oleh sales dan office boy. Apabila sistem penataan barang telah memenuhi ketentuan yang tepat maka setiap orang dapat mencari barang dengan variasi waktu yang tidak besar dan mencapai target yang ditetapkan.

Uji kepatuhan petugas gudang terhadap sistem yang disepakati menunjukkan hasil dimana 7 orang (selain petugas gudang) yang diberikan tugas untuk mencari barang mampu mencapai target dibawah 3 menit. Sistem dipatuhi dengan baik. Laporan diberikan pada pihak manajemen. Konsultan Manajemen Gudang sebagai pihak Konsultan yang bersama mereka, mendapatkan berkah karena kesungguhan semua personil untuk mewujudkan gudang yang baik. Proyek berikutnya adalah membenahi sistem gudang di kantor pusat.

Pada saat melakukan diskusi tentang cara kerja, sistem dan disain penempatan barang, pihak manajemen memandang bahwa sistem yang telah diterapkan di kantor cabang bisa di copy untuk gudang di kantor pusat. Sistem dan prosedur keluar-masuk barang  dan pencatatannya tentu berlaku umum dan harus di terapkan untuk semua gudang. Tetapi sistem penataannya berbeda karena fisik gudangnya ada di 4 lokasi. Manajemen perlu menetapkan gudang induk sebagai pusat transaksi keluar masuk barang. Sehingga pelayanan ke pelanggan menjadi jauh lebih cepat dengan mengurangi pemborosan dalam transfer barang dari gudang supporting. Ketentuan pengadaan barang yang akan ditempatkan di gudang induk ditetapkan melalui frekuensi penjualan atas item barang.

Proyek perbaikan gudang pusat sedang berjalan. Pihak manajemen menghendaki relokasi gudang dengan luas 2 ha lahan dalam waktu 2 tahun mendatang. Kamipun dilibatkan dalam memberikan gambaran tentang sistem penataan barang dan cara kerja di gudang seluas 2 ha. Tentu perlu mempertimbangkan efisiensi transportasi dan tenaga kerja di gudang. Penggunaan forklift akan lebih boros dibandingkan dengan menggunakan belt conveyor sebagai alat transportasi barang dari lokasi rak penempatan barang ke lokasi pengecekan dan packing. Dengan item barang yang sama, tetapi cara penataan dan cara kerja di masing-masing gudang berbeda.

Menata mempertimbangkan pergerakkan barang, menata fokus pada akhir dari suatu proses dalam mengeluarkan barang. Kecepatan pengiriman ditentukanoleh kecepatan barang tersebut ditemukan, kecepatan barang tersebut diambil dan ditransfer ke lokasi pengepakan dan dikirim ke pelanggan. salam sukses, moga berbagi datangkan manfaat.

Drs. Psi. Reksa Boeana

Executive Partner PT. Smart Business Solution

Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning. Konsultasi hubungi : 08563221722

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

pelatihan efisien efektif : https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning

Minggu, 23 Oktober 2022

 

Jaminan Bekerja Tanpa Selisih Stock

Banyak tindakan perbaikan dilakukan dengan fokus pada perbaikan dalam prosedur kerja. Proses kerja mengalami perubahan dan dampak dirasakan oleh pihak manajemen. Namun banyak juga yang hanya mendapatkan prosedur atau cara kerja yang dilakukan selama ini dibuatkan standarisasi. Standart Operating prosedur memang bermanfaat bagi perusahaan, sebagai pedoman kerja bagi karyawan sehingga mereka dapat mengetahui apa yang harus dikerjakan dan melindungi karyawan dari kesalahan kerja. Standart Operating Prosedur juga bermanfaat bagi karyawan baru dimana dengan pedoman tertulis tersebut memudahkan karyawan dalam memahami instruksi kerja atau penugasan dan mengurangi kesalahan kerja yang pernah terjadi.

Namun banyak juga yang telah menerapkan Standart Operating Prosedur, tetapi belum menunjukkan peningkatan kinerja yang diharapkan. Kesalahan kerja masih saja terjadi, kesalahan pengiriman juga belum dapat dihilangkan, waktu mencari barang yang cukup lama, selisih stock dan permasalahan lainnya. Sedangkan audit manajemen atas sistem dan prosedur di gudang telah dilakukan secara berkala. Sang auditorpun tak menemukan adanya penyimpangan yang berarti, beberapa memberikan koreksi atas kurang rapinya penempatan diatas palet, penempatan palet yang melebihi batas lokasi penempatan, tidak urutnya sistem filling administrasi atas bukti transaksi, dan penemuan lainnya. Namun temuan tersebut tidak terkait dengan kejadian selisih stock.

Sumber selisih stock perlu diidentifikasi lebih dulu sebelum cara kerja distandarisasikan melalui Standart Operating Procedure. Dari sisi pengeluaran barang, faktor penyebab selisih dapat terjadi dari proses pembuatan Delivery Order. Kesalahan ini diketahui bila ada kekeliruan dalam item barang yang diterima oleh pelanggan. item yang dikirimkan tidak sesuai dengan pesanan pelanggan.

Penyebab lainnya adalah dari sisi pengambilan barang. Bisa saja petugas pengambil barang kurang teliti dalam mengambil barangnya. Oleh karena itu sikap teliti perlu dibangun melalui prinsip 5R yang diterapkan di gudang dengan konsisten. Salah pengambilan juga dikarenakan manajemen penataan barang, bagaimana barang tersebut ditempatkan di lokasi rak penempatan. Barang dengan packaging yang sama perlu dipisahkan oleh jarak penempatan, menempatkan ukuran barang yang bersifat kontras sehingga meminimalisir kesalahan dalam mengambil barang. Kesalahan pengambilan barang juga bisa terjadi karena barang salah ditempatkan. Sumber penyebabnya adalah cara pengembalian atas barang yang salah ambil tidak distandarisasi. Tidak dilakukan pembagian tugas dalam melakukan penataan barang sehingga rasa tanggung jawab petugas dalam melakukan penataan yang tepat tidak jelas. Kejelasan tugas dan tanggung jawab sangat menentukan tumbuhnya rasa tanggung jawab melalui mekanisme pengukuran hasil kerja, umpan balik, dan konsekuensi atas kejadian salah penataan.

Kesalahan yang juga menjadi sumber penyebab selisih stock adalah proses kerja pemeriksaan barang yang dilakukan oleh petugas Checker. Kualifikasi petugas checker perlu ditetapkan dan manajemen perlu melakukan tes tentang ketelitian kerja dan pengetahuan tentang pengenalan barang (“product knowledge’) serta kedisiplinan karyawan. Proses kerja checker perlu dilakukan 2 tahap, untuk memberikan pemastian tentang kebenaran pengecekan barang. Kegiatan pengepakan barang juga dapat dijadikan aktifitas atas pemastian barang yang akan dikirimkan. Sumber penyebab lainnya adalah komplain pelanggan tidak dilakukan pengecekan tentang kebenaran barang yang dikirimkan. Tetapi memenuhi apa yang diminta oleh pelanggan. kondisi ini juga dapat menjadi faktor penyebab selisih stock. Perlu ada pemastian tentang barang yang dikirimkan telah benar dan pihak gudang dapat melakukan pengukuran untuk menjamin barang yang dikirimkan telah benar.

Bila semua aktifitas penyebab selisih stock telah dilakukan identifikasi, cara kerja telah dilakukan perbaikan, pengukuran kejadian salah kirim (salah satu penyebab selisih stock) telah dilakukan dan terbukti tidak terjadi kasus ini, standarisasi melalui Standart operating Prosedur telah dibuatkan dan disosialisasikan serta telah dilakukan audit kepatuhan terhadap cara kerja karyawan, maka jaminan bekerja tanpa selisih dapat diberikan. Kami melakukan langkah-langkah kerja ini untuk dapat memberikan pelayanan yang diharapkan.

Salam Sukses Selalu

Drs. Psi. Reksa Boeana

Executive Partner PT. Smart Business Solution

Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

konsultasi hubungi : 08563221722

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

pelatihan efisien efektif : https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning


Jumat, 21 Oktober 2022

 Apakah warehouse management di butuhkan di gudang anda ?

1.       Apakah pernah terjadi salah terima barang ?

2.       Apakah pernah mengalami kesulitan saat mengecek barang yang diterima /

3.       Apakah pernah mengalami kesulitan saat mencari tempat untuk barang yang baru datang ?

4.       Apakah pernah terjadi kasus kehilangan barang ?

5.       Apakah pernah mengalami kesulitan saat mencari barang ?

6.       Apakah pernah mengalami kesulitanm saat mengambil barang ?

7.       Apakah perlu memindahkan barang, manakala akan mengambil barang yang dibutuhkan ?

8.       Apakah pernah mengalami kesulitan saat melakukan opname barang ?

9.       Apakah opname barang yang dilakukan membutuhkan waktu lebih dari 3 hari ?

10.   Apakah pernah terjadi kasus selisih stock barang antara jumlah barang yang ada pada kartu stock dan data stock pada APK ?

11.   Apakah pernah terjadi kasus barang mengalami rusak selama dalam penyimpanan di gudang ?

12.   Apakah pernah terjadi retur penjualan barang sedangkan barang tersebut tidak berasal dari gudang anda ?

13.   Apakah pernah terjadi kasus kesalahan dalam pengiriman barang ?

14.   Apakah pernah terjadi kasus pengiriman barang ke pelanggan tidak tepat waktu ?

15.   Apakah ada kasus pelanggan membatalkan order pembeliannya karena permasalahan keterlambatan pengiriman barang ?

Anda dapat konsultasikan pada kami, dengan memberikan data permasalahan secara detail dan kirimkan ke reksaboeana65@gmail.com Kami akan membantu anda dalam menyelesaikan permasalahan di gudang anda, bukan mengatasi masalah di gudang dimana akan muncul masalah tersebut diwaktu yang lain.

Drs.Psi. Reksa Boeana

Executive Partner PT.Smart Business Solution

Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning


                                               

                                                               5 S in the Warehouse


Gudang bukan hanya sekedar tempat penyimpanan barang dan pendukung proses bisnis tetapi merupakan faktor kunci dalam strategi untuk menciptakan keunggulan melalui pelayanan yang Tepat, Cepat, dan memuaskan. Pelayanan prima ini mampu menciptakan image yang baik dimata pelanggan. Menumbuhkan kepercayaan pelanggan pada perusahaan. Oleh karena itu gudang perlu dikelola dengan baik.

Dalam menerapkan prinsip-prinsip warehouse management dibutuhkan kedisiplinan dari seluruh karyawan di gudang. Pada tahap awal dilakukan survey tentang masalah-masalah yang terjadi di gudang, sebagai indikator kedisiplinan karyawan yang kurang. Perlu dilakukan suatu upaya pembentukanm budaya disiplin. Dasar pembentukan budaya disiplin adalah melalui program 5S ( Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Penerapan 5S menghendaki seluruh Sumber daya manusia perusahaan terlibat dan berperan menciptakan manajemen lingkungan yang baik. Oleh karena itu 5S merupakan pondasi proses improvement. Perbaikan yang dihasilkan dapat dipertahankan dan menjadi kebiasaan manakala SDM bertindak disiplin.

Pengalaman dalam membimbing klien menerapkan program 5S maka kami tidak melakukan penerapan tahap demi tahap tetapi setiap barang atau kegiatan, diidentifikasi makna 5S yang terkandung. Dengan cara ini maka karyawan dengan cepat bisa memahami makna 5S dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Ide ini muncul karena kegiatanSeiri ( Ringkas )yang merupakan langkah awal dalam penerapan program 5R, tidak bisa dijalankan karena pihak manajemen masih memandang sisa kayu masih dinilai sebagai material baik yang bernilai. Menunggu adalah pemborosan dalam 7 waste ( Transportation, Inventory, Proces, Movement, Over Production, Defect, idle time), maka kami bersama manajemen mengubah cara mengimplementasikan program 5R.

Melalui pemahaman makna 5S / 5R maka karyawan dapat memahami setiap langkah kegiatan kerjanya dan melakukan analisa dengan makna 5S. Awalnya mereka mengidentifikasi  permasalahan yang terjadi dan mengapa membutuhkan cara kerja 5S. Kemudian mereka membuat standart untuk setiap aktifitas kegiatan kerja mereka, beserta cara pengukurannya. Dengan menerapkan langkah ini maka dalam waktu 3 bulan implementasi program, mereka mampu mencapai nilai 86%. Setelah program berjalan 8 bulan, pihak manajemen mengukur peningkatan produktifitas proses produksi yang mampu meningkat sampai dengan 30 %. Gudang yang telah memenuhi standart 5 S mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Tentunya seluruh bagian perusahaan juga menerapkan program ini dan diciptakan lomba 5R antar area. Dimana lomba 5R berbeda dengan lomba kebersihan.

Setelah program berjalan 2 tahun, pihak manajemen menghendaki adanya perubahan implementasi 5 R. Tidak hanya melalui lomba berdasarkan standart tetapi lebih menekankan pada unsur Seiri atau Ringkas yang mampu meningkatkan produktifitas. Mengelola SDM membutuhkan konsistensi sampai dengan pembentukan budaya 5R menjadi kebiasaan pekerja. Kami kemudian menerapkan lomba 5R kasus dimana setiap bagian menemukan kasus yang belum memenuhi unsur 5R dan melakukan perbaikan dengan pembobotan. Melalui metode ini terjadi peningkatan 33% produktifitas.

Berbagi tuk Indonesia tercinta, moga bermanfaat

Salam sukses selalu

Drs. Psi. Reksa Boeana

Executive Partner PT. Smart Business Solution


Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site 

anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning

Optimasi Penataan Ulang Barang di Gudang

 Gudang bukan hanya sebagai tempat untuk menyimpang barang. Gudang juga berfungsi dalam strategi untuk mencapai keunggulan melalui kepuasan pelanggan. Pelanggan tentunya akan senang manakala barang yang dibutuhkannya segera dikirimkan. Jumlah yang dikirimkan sesuai dengan permintaan daripada pelanggan. Memperbaiki kinerja gudang dalam mensuplai barang ke pelanggan menjadi keunggulan bagi perusahaan. Pesanan 10 item barang, awalnya selalu tidak lengkap. Ada saja item yang tak bisa dipenuhi. Ketika kami menanyakan, maka penanggung jawab gudang mengemukakan alasan gudangnya tidak cukup untuk bisa memenuhi semua pesanan pelanggan.


Setelah dilakukan observasi digudang, didapatkan kesimpulan bahwa masih ada ruang kosong digudang yang dapat dioptimalkan untuk penempatan barang (lay out penempatan barang masih bisa di tata ulang). Persoalan yang muncul adalah bagaimana membuat perhitungan untuk menempatkan barang secara optimal digudang sehingga kapasitas muat gudang semakin meningkat. Apakah volume penempatan barang tersebut mampu menampung item barang dalam jumlah tertentu untuk dapat melayani pelanggan. Ataukah pihak manajemen mengambil keputusan untuk melakukan  investasi membangun gudang baru.

Langkah yang dibuat adalah :

1.       a. Mendata penjualan
Tujuan tindakan ini adalah untuk menentukan pola pengeluaran barang  dalam periode tertentu. Informasi pola pengeluaran barang untuk menetapkan besarnya persediaan yang perlu disimpan digudang dan mengatur kemabali penataan. Gudang diadakan adalah untuk dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan, maka semua awal tindakan adalah berdasarkan kebutuhan pelanggan.

2.      b.  Mengukur volume masing-masing item barang
Untuk mengetahui jumlah volume penempatan barang yang dibutuhkan. Dan menentukan tempat yang tepat di lokasi atau rak penempatannya. Disamping itu sebagai dasar pertimbangan modifikasi rak penempatan barang.

3.       c. Menetapkan volume setiap item barang secara proposional
Dengan mengetahui pola pengeluaran barang dan proporsinya maka gudang dapat menyimpan barang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Mengurangi tunda pengiriman atau penjualan indent.

4.       d. Menetapkan frekuensi  transaksi (per transaksi, rata-rata, modus, median)
Sebagai dasar untuk menetapkan coverage volume penjualan dan sebagai dasar menentukan jumlah minimum stock yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan.

5.       e. Menetapkan besarnya coverage volume penjualan yang bisa dilayani
Memperoleh tingkat keyakinan bahwa sebagian besar transaksi dapat dilayani oleh pihak gudang.
6.       Melakukan estimasi lead time pengadaan barang.

f. Untuk mengetahui berapa lama waktu barang sejak dipesan sampai dengan barang tiba digudang.  Informasi ini sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan minimum stock yang perlu disediakan digudang dan mengurangi aktifitas pengiriman atau order barang ke supplier (menekan biaya handling material).

7.       g. Menetapkan jumlah minimum stock yang perlu ada.
Sebagai dasar untuk dapat melayani pelanggan dan minimalisasi kejadian stock kosong digudang.
8.       Mengukur volume penempatan barang di gudang (di lantai dan rak penempatan barang).

 h. Mengukur kapasitas daya tampung gudang sehingga manajemen mendapatkan informasi tentang keputusan untuk modifikasi gudang atau menambah investasi gudang baru.

9.      i.  Menetapkan jumlah maksimum stock yang bisa di simpan di gudang.
Setiap item barang ditetapkan jumlah maksimumnya agar memudahkan bagi penanggung jawab gudang dalam menetapkan jumlah barang yang perlu diorder. Pesanan khusus dari salesman belum termasuk dalam perhitungan ini. Jumlah order barang seharusnya berdasarkan atas berapa jumlah barang yang akan disimpan digudang dan rencana order pesanan dari salesman.

10.  j.  Melakukan modifikasi disain rak penempatan sesuai dengan jumlah dan item barang
Modifikasi perlu dilakukan agar kapasitas  rak penempatan dapat ditingkatkan menjadi optimal. Dalam mendisain rak diperlukan informasi volume dari item barang yang akan ditempatkan dan berapa jumlah yang seharusnya ditempatkan.

11  k.  Mengukur utilisasi penempatan barang
Dengan mengukur utilisasi penampatan barang maka akan diperoleh informasi volume yang terbuang setelah ditempatkan barang. Perhitungan untuk mengukur kondisi ini dibutuhkan agar kapasitas penempatan barang digudang dapat dioptimalkan.

12.   l. Mengusulkan disain rak dan penataan barang di gudang.
Memberikan dasar-dasar pertimbangan pada manajemen dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi gudang baru atau menata ulang barang digudang dengan sedikit melakukan modifikasi lokasi penempatan barang yang dibutuhkan.

Terjadi peningkatan volume barang yang dapat ditempatkan sampai dengan 36%. Oleh karena itu pihak manajemen menyetujui untuk mendisain kembali lokasi penempatan dan rak penempatan barang untuk dapat memenuhi keinginan pelanggan.
Moga bermanfaat. Salam sukses selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution.


Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning


Selasa, 25 September 2012

Prinsip Penataan Barang


           Dalam manajemen gudang ada kaidah-kaidah penataan agar performance gudang dapat dioptimalkan. Namun ada beberapa kaidah yang tidak bisa diterapkan manakala kondisi gudang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan. Oleh karena itu ada prinsip yang masih bisa diterapkan dalam kondisi gudang yang sempit. Beberapa prinsip penataan tersebut adalah :


  1. Setiap barang memiliki tempatnya sehingga memudahkan untuk menempatkan dan mencari barang kembali. 
  2.  Setiap tempat memiliki alamat sebagai identitas lokasi penempatan barang. 
  3. Setiap alamat memiliki daftar alamat penempatan sehingga menjamin setiap orang mampu mencari barang dengan tepat. 
  4. Setiap istilah memiliki petunjuk dalam kamus barang, memudahkan petugas gudang untuk mengidentifikasi alamat penempatan barang.
  5. Setiap alamat penempatan barang dipelihara dengan baik agar menjamin barang ditempatkan pada tempatnya. 
  6. Barang fast moving ditempatkan dalam jangkauan sehingga meminimalisasi pergerakkan petugas dalam menempatkan dan mengambil barang. 
  7. Barang fast moving tidak selamanya memiliki pergerakkan demikian, maka manajemen perlu melakukan penataan ulang barang di lokasi penempatan. Menata membutuhkan waktu 1 – 2 hari untuk transaksi selama 3 – 4 bulan.
  8. Barang slow moving ditempatkan diluar jangkauan. Jauh dari lokasi pintu keluar masuk gudang. lokasi dekat pintu masuk dikhususkan untuk barang yang fast moving dan ketentuan khusus (berat). 
  9. Barang dikelompokkan dalam kelompok penempatan barang agar mudah untuk mengingat lokasi group penempatan barang dan menjamin kecepatan dalam mencari barang yang dibutuhkan. Dasar pengelompokan berdasar fungsi kegunaan, tipe / jenis atau nama barang. Pengelompokkan berdasar merk perlu dipertimbangkan dengan baik. 
  10. Penempatan barang yang memiliki seri nomor atau ukuran dilakukan dalam garis kelompok penempatan sehingga pergerakkan petugas menjadi lebih efisien. 
  11.  Prinsip FIFO dalam penataan barang menjamin barang yang disimpan di gudang adalah barang yang terbaru. FIFO adalah barang yang masuk lebih dulu diupayakan untuk dapat keluar lebih dulu (First In First Out). 
  12. Penempatan barang yang ditumpuk keatas perlu diberi pengunci agar terhindar dari resiko barang terjatuh dan ditetapkan jumlah tinggi penumpukan maksimal agar packaging barang tidak rusak (prinsip menata di ruang penempatan yang sempit). 
  13.  Jumlah tumpukan diperhitungkan agar memudahkan untuk melakukan pemeriksaan stock atau stock opname barang. ( mengubah opname sebulan lebih menjadi 3 hari kerja dengan akurasi yang dipertanggung jawabkan). 
  14. Menjamin kebenaran jumlah barang dalam packaging sehingga mempercepat proses pengecekan barang sebelum dilakukan pengiriman. 
  15.  Variasi penumpukan barang yang berbeda maksimal 3 item penumpukkan agar mengurangi jumlah pergerakkan petugas manakala mengambil barang yang dibutuhkan (prinsip menata di ruang sempit).
  16. Pengelompokkan barang berdasar dimensi dilakukan dalam upaya untuk mengoptimalkan lokasi penempatan barang di gudang. 
  17. Gang antar penempatan barang dibutuhkan untuk memudahkan petugas dalam melakukan pengecekan identitas dan jumlah barang dalam penempatan.   
  18.  Prinsip menata untuk tujuan akhir, yaitu kecepatan dan ketepatan pelayanan. Tujuan akhir jauh lebih penting karena itu menyangkut performance gudang dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Prinsip Rapi bisa di wujudkan dengan menciptakan tempat untuk segala sesuatu sehingga segala sesuatu dapat ditempatkan pada tempatnya.
  19. Prinsip lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam menata di ruang yang terbatas.

Demikian yang dapat kami bagikan, moga berbagi bisa mendatangkan manfaat. Salam sukses selalu.

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution.

Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning

Kamis, 13 September 2012

Penataan di gudang elektronik


                Toko elektronik menawarkan banyak item produk dari berbagai merk. Sudah diketahui umum bahwa variasi item di toko elektronik cukup banyak. Mulai dari merk, ukuran, tipe barang, sampai dengan warna. Pelanggan dilayani dengan prinsip “One Stop Shopping”. Permasalahan utama yang seringkali muncul adalah proses finishing, yaitu memenuhi keinginan pelanggan dengan mengirimkan barang sesuai dengan pilihan pelanggan. pelanggan menghendaki barang dapat terkirim cepat bahkan menghendaki dikirim pada hari yang sama pada saat pemesanan.

                Sales counterpun memanjakan pelanggan dengan memenuhi permintaan pelanggan dengan janjinya akan mengirimkan barang ke pelanggan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pelanggan. bukan hanya masalah ketidaklengkapan penulisan alamat pelanggan, identitas pelanggan dan nomor telp yang dihubungi tetapi banyak masalah berkaitan dengan pengiriman yang salah tipe atau warna. Kesalahan ini terjadi karena tidak akurasinya informasi stock barang dan penempatan barang digudang (lay out penempatan barang perlu dievaluasi).

                Pengalaman dalam membantu memberikan konsultasi perbaikan manajemen untuk toko elektronik, dapat disimpulkan karena variasi item, ukuran, tipe dan warna barang maka penempatan barang digudang tidak bisa di tata sesuai dengan item. Tidak pula bisa ditata sesuai tipe dan warna barang. Penataan yang demikian membutuhkan gudang yang luas.

                Dalam melakukan upaya mengoptimalkan luas area penempatan barang di gudang, maka penataan diklasifikasikan melalui ukuran barang. Dengan cara demikian maka variasi dalam melakukan penataan menjadi dapat disederhanakan sehingga mengurangi pergerakkan dalam mencari dan mengeluarkan barang. Barang juga dapat ditumpuk lebih tinggi dengan tetap memperhatikan pergerakkan yang seefisien mungkin ketika mengeluarkan barang. Kami selalu menyarankan 3 tumpukan barang yang bisa dilakukan agar tidak mengalami kesulitan dalam mengeluarkan barang.

                Identifikasi barang dilakukan melalui alamat penempatan barang. Daftar alamat penempatan barang perlu di pelihara agar sesuai dengan penempatan fisik barangnya. Kadang kala petugas gudang dapat mengidentifikasi dari ukuran barang dan mencari barang di area penempatan sesuai dengan ukurannya. Cara ini kurang disarankan karena pilihan item dan warna bisa menjadi penyebab kesalahan dalam mengambil barang. Melalui ketertiban petugas dalam mengambil dan mengeluarkan barang berdasar alamat penempatannya maka alamat penempatan barang terpelihara dengan baik. Melalui cara ini maka manajemen mampu menjamin pengiriman tepat waktu dan tepat item sesuai dengan permintaan pelanggan.

Berbagi untuk bermanfaat, salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner PT.Smart Business Solution


Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning