Jumat, 21 Oktober 2022

                                               

                                                               5 S in the Warehouse


Gudang bukan hanya sekedar tempat penyimpanan barang dan pendukung proses bisnis tetapi merupakan faktor kunci dalam strategi untuk menciptakan keunggulan melalui pelayanan yang Tepat, Cepat, dan memuaskan. Pelayanan prima ini mampu menciptakan image yang baik dimata pelanggan. Menumbuhkan kepercayaan pelanggan pada perusahaan. Oleh karena itu gudang perlu dikelola dengan baik.

Dalam menerapkan prinsip-prinsip warehouse management dibutuhkan kedisiplinan dari seluruh karyawan di gudang. Pada tahap awal dilakukan survey tentang masalah-masalah yang terjadi di gudang, sebagai indikator kedisiplinan karyawan yang kurang. Perlu dilakukan suatu upaya pembentukanm budaya disiplin. Dasar pembentukan budaya disiplin adalah melalui program 5S ( Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Penerapan 5S menghendaki seluruh Sumber daya manusia perusahaan terlibat dan berperan menciptakan manajemen lingkungan yang baik. Oleh karena itu 5S merupakan pondasi proses improvement. Perbaikan yang dihasilkan dapat dipertahankan dan menjadi kebiasaan manakala SDM bertindak disiplin.

Pengalaman dalam membimbing klien menerapkan program 5S maka kami tidak melakukan penerapan tahap demi tahap tetapi setiap barang atau kegiatan, diidentifikasi makna 5S yang terkandung. Dengan cara ini maka karyawan dengan cepat bisa memahami makna 5S dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Ide ini muncul karena kegiatanSeiri ( Ringkas )yang merupakan langkah awal dalam penerapan program 5R, tidak bisa dijalankan karena pihak manajemen masih memandang sisa kayu masih dinilai sebagai material baik yang bernilai. Menunggu adalah pemborosan dalam 7 waste ( Transportation, Inventory, Proces, Movement, Over Production, Defect, idle time), maka kami bersama manajemen mengubah cara mengimplementasikan program 5R.

Melalui pemahaman makna 5S / 5R maka karyawan dapat memahami setiap langkah kegiatan kerjanya dan melakukan analisa dengan makna 5S. Awalnya mereka mengidentifikasi  permasalahan yang terjadi dan mengapa membutuhkan cara kerja 5S. Kemudian mereka membuat standart untuk setiap aktifitas kegiatan kerja mereka, beserta cara pengukurannya. Dengan menerapkan langkah ini maka dalam waktu 3 bulan implementasi program, mereka mampu mencapai nilai 86%. Setelah program berjalan 8 bulan, pihak manajemen mengukur peningkatan produktifitas proses produksi yang mampu meningkat sampai dengan 30 %. Gudang yang telah memenuhi standart 5 S mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Tentunya seluruh bagian perusahaan juga menerapkan program ini dan diciptakan lomba 5R antar area. Dimana lomba 5R berbeda dengan lomba kebersihan.

Setelah program berjalan 2 tahun, pihak manajemen menghendaki adanya perubahan implementasi 5 R. Tidak hanya melalui lomba berdasarkan standart tetapi lebih menekankan pada unsur Seiri atau Ringkas yang mampu meningkatkan produktifitas. Mengelola SDM membutuhkan konsistensi sampai dengan pembentukan budaya 5R menjadi kebiasaan pekerja. Kami kemudian menerapkan lomba 5R kasus dimana setiap bagian menemukan kasus yang belum memenuhi unsur 5R dan melakukan perbaikan dengan pembobotan. Melalui metode ini terjadi peningkatan 33% produktifitas.

Berbagi tuk Indonesia tercinta, moga bermanfaat

Salam sukses selalu

Drs. Psi. Reksa Boeana

Executive Partner PT. Smart Business Solution


Dapatkan peluang passive income sebesar 20% dari penerapan program active learning

materi active learning : http://www.activelearningsolution.blogspot.com

Hubungi 08563221722, https://activelearning.site 

anda dapat membaca artikel dengan klik blogger. dapatkan peluang menguasai materi warehouse management dan free konsultasi meningkatkan kinerja produktifitas gudang anda dengan latihan berpikir active learning

Tidak ada komentar:

Posting Komentar